Gejala Penyakit Diabetes Melitus di Bagian Kaki

Kaki diabetik adalah salah satu efek dari penyakit diabetes yang sangat perlu untuk dihindari. Karena dari gejala diabetes melitus akut yang menyerang gangguan pada organ penting ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Akan tetapi juga akan sangat mengancam kondisi jiwa serta nyawa seseorang (penyandang diabetes). Dengan demikian, maka tidak ada salahnya jika anda mengenal gejala dari kaki diabetik. Sehingga sebagai seorang diabetesi dapat mengambil langkah pencegahan yang terbaik agar efek dari penyakit diabetes tidak dapat menyebar lebih luas.

gejala diabetes

Organ kaki diabetik umumnya terjadi akibat dari neuropati diabetes, itu artinya bahwa terjadi suatu kerusakan pada syaraf akibat dari gula darah yang tidak terkontrol. Bahkan menurut Organisasi yang menangani kesehatan dunia, ada hampir 27% penderita diabetes dengan resiko terkena neuropati perifer serta lebih dari 50% dari mereka mengalami luka di bagian kaki. Bahkan amputasi yang akan berefek pada kematian semakin tinggi akibat gejala penyakit diabetes ini.

Terjadinya kondisi seperti ini akibat adanya peningkatan kadar gula darah. Oleh karena itu sirkulasi darah pada bagian kaki rusak serta syaraf kemungkinan saja menjadi kurang sensitif yang mengarah pada kaki diabetik. Selanjutnya, kondisi tersebut juga semakin diperparah dengan adanya neuropati, dimana ini merupakan penyakit pembuluh darah perifer sekaligus infeksi yang memicu sensitivitas dari sentuhan kaki perlahan menghilang dan menjadikan penderita diabetes menjadi lebih rentan. Terutama terhadap adanya infeksi kaki yang lainnya lagi.

baca juga: ciri-ciri penyakit diabetes

Terdapat penurunan keringat serta fungsi kelenjar minyak sebagai pelumas kulit kaki. Akibatnya kaki penderita diabetes akan kehilangan kemampuan secara alaminya di dalam melembabkan kulit kaki. Pada akhirnya kulit di bagian kaki menjadi sangat kering. Faktor semacam ini akan menyebabkan di bagian kulit kaki mendapat tekanan abnormal, sendi dan tulang kaki selamanya berjalan serta dapat menyebabkan terjadinya kerusakan di kulit kaki. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, sebagian dari pasien tidak menyadari adanya gejala diabetes yang menyerang bagian kaki diabetesi ini. Sehingga tidak heran pasien diabetes baru menyadarinya setelah ada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code lang=""> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre lang="" extra="">