Monthly Archives: December 2016

3 Istilah Animasi 3D yang Wajib Anda Ketahui

3 Istilah Penting

Film animasi 3D sudah sering muncul, baik di televisi maupun di layar lebar. Dengan kemajuan teknologi, pembuatan film animasi menjadi lebih terbantu sehingga lebih cepat dan efisien dalam produksi.

Mempelajari cara membuat animasi 3D membutuhkan waktu dan kerja keras namun akan menyenangkan bila berhasil membuat sesuatu.

Dari membuat objek sederhana hingga yang sulit bisa dibuat menggunakan komputer. Tidak hanya sekadar objek 3D tapi bisa menyerupai objek di dunia nyata. Kini objek-objek pada film-film animasi maupun permainan komputer lebih tampak realistis.

Suatu objek 3D yang dibuat di komputer dibangun dari vertices geometris, faces, dan edges dalam sistem koordinat 3D. Anda pernah menonton film animasi The Adventures of Tintin? Animasi dan segala objeknya tampak nyata. Objek 3D, misalnya wajah suatu karakter, terpahat seperti tanah liat nyata atau plester.

3 Istilah Yang Ditemui Dalam Membuat Animasi 3D

Saat proses pembuatan animasi 3D, ada beberapa istilah yang mungkin sering ditemukan pada perangkat lunak yang digunakan. Modeling, textures, dan rigging adalah istilah-istilah yang sering ditemukan selama menggunakan perangkat lunak untuk 3D.

Modeling

Biasanya ini merupakan langkah awal dalam membuat objek yang akan di-animasi-kan. Pembuatan objek dengan membangun vertices geometris, faces, dan edges sehingga membentuk objek yang tampak seperti memiliki kedalaman.

Textures

Texture mapping (pemetaan tekstur) adalah metode untuk menentukan tingkat detail, tekstur permukaan atau informasi warna dari model 3D pada komputer grafis.

Pada awalnya, pemetaan tekstur merupakan metode yang hanya membungkus dan memetakan pixel dari tekstur ke permukaan objek 3D yang dihasilkan komputer. Dalam beberapa dekade terakhir muncul multi-pass rendering dan complex mapping, seperti height mapping, normal mapping, bump mapping, displacement mapping, specular mapping, dan masih banyak lagi.

Semua metode pemetaan itu untuk mensimulasikan photorealism secara real time dengan mengurangi jumlah poligon serta perhitungan untuk pencahayaan untuk membangun gambar 3D yang realistis.

Rigging

Sebagai contoh, Anda membuat sebuah objek 3D berbentuk manusia yang akan dibuat animasi. Untuk membuat karakter itu bergerak, tidak mungkin Anda membuat karakter sama berulang-ulang dengan pose yang berbeda-beda.

Itulah fungsinya rig disini. Seperti tengkorak yang nyata, rig terdiri atas tulang dan sendi, sehingga animator hanya mengendalikan rig ini untuk menekuk karakter ke dalam pose yang diinginkan. Pengetahuan akan anatomi manusia atau hewan menjadi berguna saat akan melakukan rig.

Itulah 3 hal umum yang sering ditemui dalam pembuatan animasi 3D. Masih ada banyak hal-hal dan teknik lain yang digunakan oleh para animator 3D profesional untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Untuk bisa menjadi seorang ahli dalam animasi 3D, seseorang bisa saja belajar sendiri atau masuk sekolah animasi 3D.