Category Archives: Uncategorized

Cara Menghemat Energi Saat Mencuci Pakaian

cara menghemat energi

Mencuci pakaian merupakan kegiatan yang melelahkan dan memerlukan banyak energi. Tetapi sejumlah cara menghemat energi bisa digunakan saat ibu menggunakan mesin cuci. Agar energi yang dipakai tidak boros, gunakan mesin cuci yang kapasitasnya kecil.  Mesin cuci yang kapasitasnya besar maka energi listrik dan air  yang dibutuhkan pun juga besar. Selain itu, mesin cuci bukaan samping lebih menghemat air sebanyak 60% daripada mesin cuci bukaan atas. Konsumsi listrik pada mesin cuci bukaan depan juga  biasanya lebih sedikit dibandingkan konsumsi listrik yang bukaan atas.

Selain itu, gunakan air secukupnya karena 90% energi listrik yang digunakan oleh mesin cuci dipakai memanaskan air. Kalau jumlah airnya semakin banyak, energinya pun juga semakin besar.  Pada mesin cuci yang dilengkapi dengan spin dry yang besar, pakaian yang dicuci biasanya akan lebih cepat kering.  Karena itu, pilihlah mesin cuci yang memiliki kecepatan spin drynya hingga 1000 rpm (putaran per menit). Biasanya ada pada mesin cuci bukaan depan, sebaliknya kalau mesin cuci yang bukaan atas hanya memiliki kecepatan 650 rpm.

Tidak hanya menggunakan mesin cuci, cara menghemat energi juga perlu diperhatikan oleh mereka yang mencuci dengan tangan. Caranya yaitu Kucek noda membandel terlebih dahulu sampai benar-benar bersih. sebaiknya, segera atasi secepat mungkin begitu pakaian terkena noda. Karena kalau terlalu lama, noda akan lebih sulit dibersihkan. Untuk hasil yang maksimal, pakai deterjen Rinso anti noda. Pakaian yang bernoda mengharuskan ibu menggunakan putaran lambat yang menghabiskan banyak energi.  Kalau tidak ada noda dan hanya sebatas keringat saja, lebih baik gunakan putaran cepat.

Sebaiknya pilih deterjen yang sesuai dengan mesin cuci. Hal ini akan membuat mesin cuci lebih awet. Gunakan air dingin agar energi listrik yang digunakan tidak terlalu banyak. Sebagian besar listrik yang digunakan mesin cuci digunakan untuk memanaskan air.

Menggunakan energi matahari daripada memakai mesin cuci untuk mengeringkan pakaian juga merupakan solusi yang tepat. Tidak hanya hemat, tetapi sinar matahari bisa menghilangkan noda dan bau tidak sedap pada pakaian.

Animasi

1. Animasi 2D, 3D, dan animasi vektor

Animasi 2D

Animasi 2 dimensi adalah animasi yang terdiri dari gambar-gambar 2 dimensi dan digunakan untuk memvisualisasikan bentuk 2D. Gambar/animasi 2 dimensi terdiri dari dua buah sumbu, yaitu sumbu X dan sumbu Y.

Animasi 3D

Animasi 3 dimensi adalah animasi yang digunakan untuk memvisualisasikan objek-objek 3D. Animasi/gambar 3D terdiri dari tiga buah sumbu, yaitu sumbu X, Y, dan Z. Objek pada animasi 3D akan dapat kita lihat secara keseluruhan.

Animasi Vektor

Animasi vektor adalah animasi yang menggunakan rumus matematika untuk menggambarkan objeknya. Setiap objek dalam animasi vektor bergerak secara mandiri dengan latar belakang yang diam (hampir sama dengan animasi sprite).

 

2. Apa perbedaan antara animasi tradisional dengan animasi komputer?

Animasi tradisional

Animasi tradisional adalah teknik animasi yang paling umum dikenal sampai saat ini. Dinamakan tradisional karena tehnik animasi inilah yang digunakan pada saat animasi pertama kali dikembangkan. Tradisional animasi juga sering disebut cel animation karena teknik pengerjaannya dilakukan pada celluloid transparent yang sekilas mirip sekali dengan transparansi OHP yang sering kita gunakan. Pada pembuatan animasi tradisional, setiap tahap gerakan digambar satu persatu di atas cel.

Tugas Pengantar Multimedia (16 April 2012)

Berbagai Teknik Kompresi Data

Seiring dengan perkembangan informasi yang sangat cepat dan juga perkembangan teknologi multimedia yang sangat pesat,  maka data yang berkembang di seluruh dunia akan terus bertambah dan ukuran dari data-data yang dihasilkan juga terus meningkat. Hal ini juga didukung oleh semakin lebar dan murahnya bandwidth internet. Akan tetapi, tempat (storage) yang tersedia untuk menyimpan data saat ini masih terbatas dan juga internet yang murah dan cepat tidak dimiliki oleh semua orang, sehingga untuk melakukan transfer data yang besar melalui jaringan internet cukup sulit dilakukan.

Mengingat hal di atas, banyak orang yang berfikir bagaimana caranya untuk melakukan efisiensi penyimpanan data pada tempat penyimpanan yang terbatas. Hingga saat ini, sudah sangat banyak metode/algoritma yang dapat digunakan untuk melakukan kompresi/pemampatan pada data. Pada tulisan ini, saya akan membahas beberapa teknik kompresi data untuk data dengan tipe Text, Image, Audio, dan Video.

Sebelum membahas tentang berbagai algoritma tersebut, perlu diketahui bahwa pada kompresi data terdapat jenis kompresi Lossless Compression dan Lossy Compression.

 

Lossless Compression

Lossless Compression merupakan metode kompresi data dimana data yang sudah dikompresi dapat dikembalikan ke bentuk semula secara utuh. Kompresi jenis lossless compression biasanya melakukan kompresi dengan dua buah langkah: langkah pertama yaitu membangkitkan model statistik dari data yang dimasukkan, dan langkah kedua adalah menggunakan model tersebut untuk memetakan data yang dimasukan kedalam rangkaian bit dimana data/simbol yang memiliki frekuensi tertinggi akan menghasilkan keluaran (output) yang paling pendek. Salah satu implementasi dari lossless compression adalah Kode Huffman (Huffman Coding) yang merupakan bagian dari kompresi data/file dengan format ZIP.

 

Lossy Compression

Lossy Compression merupakan kebalikan dari Lossless Compression dimana data yang sudah dikompresi akan sulit atau bahkan tidak mungkin dikembalikan ke bentuk semula secara utuh. Biasanya kompresi jenis ini melakukan kompresi data dengan cara menghilangkan/membuang sebagian data dan tidak akan memberikan perubahan yang besar pada data tersebut.

Kuis I Pengantar Multimedia

  1. Berapakah ukuran file yang akan dihasilkan jika anda merekam audio dengan menggunakan resolusi 16-bit stereo, dengan sampling rate 22.05 KHz, selama 5 menit ?
  2. Jelaskan apa  yang dimaksud dengan MIDI? Apa keuntungan penyimpanan data audio dalam bentuk MIDI?
  3. Jelaskan apa perbedaan antara tipe bitmap image dan vector image? Sertakan contoh gambar pada jawaban anda.
  4. Secara garis besar, image dapat dibagi menjadi monochrome,  gray-scale,  8-bit,  dan 24-bit Color Image.  Jelaskan maksud masing-masing image tersebut dan sertakan contoh gambarnya.
  5. Apa perbedaan antara color-depth dan resolution pada image ?
  6. Misalkan akan dibuat image dengan colour depth 24 Bit, dengan resolusi 800×600, hitunglah berapa kira-kira ukuran file yang akan dihasilkan oleh image tersebut.
  7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan anti-aliasing pada image?
  8. Jelaskan model warna yang digunakan pada peralatan printer.
  9. Jelaskan perbedaan antara model  warna RGB, HSV dan HSL.
  10. Sebutkan fitur pada software yang biasanya menggunakan model warna HSV dan HSL.

Jawaban :

1.      sampling rate = 22.05 KHz = 22050 Hz

seconds = 5 * 60 = 300

Bit per sampling = 16 (stereo)

Ukuran File = sampling rate * jumlah channel * (bit per sampling /  8.0) * seconds

Ukuran File = 22050 * 2 * (16/8) * 300 = 26460000 Byte  = 25,234 MB (kurang lebih)

Testing

this is my first post

Hello world!

Welcome to Blog Universitas Widyatama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!